DI JEPANG JUGA MEMILIKI PAKAIAN TRADISONAL NYA LOH!! BAHKAN DI BEBERAPA DESA DI JEPANG KERAP MASIH MENGGUNAKAN KIMONO DAN YUKATA UNTUK PAKAIAN SEHARI HARI.
1. Kimono
Kimono adalah pakaian tradisional Jepang. Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf "T", mirip mantel berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke pergelangan kaki. Wanita mengenakan kimono berbentuk baju terusan, sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan. Kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Sabuk kain yang disebut obi dililitkan di bagian perut/pinggang, dan diikat di bagian punggung. Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalah zōri atau geta.
Kimono sekarang ini lebih sering dikenakan wanita pada kesempatan istimewa. Wanita yang belum menikah mengenakan sejenis kimono yang disebut furisode. Ciri khas furisode adalah lengan yang lebarnya hampir menyentuh lantai. Perempuan yang genap berusia 20 tahun mengenakan furisode untuk menghadiri seijin shiki. Pria mengenakan kimono pada pesta pernikahan, upacara minum teh, dan acara formal lainnya. Ketika tampil di luar arena sumo, pesumo profesional diharuskan mengenakan kimono. Anak-anak mengenakan kimono ketika menghadiri perayaan Shichi-Go-San. Selain itu, kimono dikenakan pekerja bidang industri jasa dan pariwisata, pelayan wanita rumah makan tradisional (ryōtei) dan pegawai penginapan tradisional (ryokan).
2. Yukata
Yukata adalah pakaian yang ditujukan untuk digunakan saat berada di sebuah onsen. Misalnya digunakan sebelum atau setelah berendam, atau untuk pindah dari tempat berendam yang satu ke tempat lainnya.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan perilaku masyarakat, pemanfaatan yukata semakin meluas. Seperti yang sering di lihat sekarang, di mana banyak masyarakat Jepang yang menggunakannya dalam musim tertentu.
Berbeda dengan kimono yang berlengan panjang, yukata memiliki lengan pendek yang panjangnya sampai siku. Ada dua alasan mendasar mengapa katun digunakan untuk membuat yukata. Di sisi lain, katun merupakan salah satu kain yang paling mudah menyerap keringat dan nyaman di pasaran.
3. Shiromuku
Shiromuku adalah sebutan untuk baju pengantin wanita (kimono putih) tradisional berupa furisode berwarna putih bersih dengan motif tenunan yang juga berwarna putih. Sebagai pembeda dari pakaian Barat (yōfuku) yang dikenal sejak zaman Meiji, orang Jepang menyebut pakaian tradisional Jepang sebagai wafuku (和服 , pakaian Jepang).
Shiromuku pada awalnya dikenakan oleh para pengantin dari keluarga samurai. Pakaian ini sebagian besar berwarna putih dan menonjol di antara semua gaun pengantin kimono . Alasan mengapa Shiromuku menjadi kimono pernikahan yang paling populer adalah karena warna putihnya melambangkan kemurnian, kebersihan, atau keperawanan.
4. Montsuki haori hakama
Adalah setelan baju pengantin pria tradisional Jepang yang terdiri dari kimono montsuki, haori, dan hakama. Montsuki haori hakama biasanya dilengkapi dengan tabi putih (kaus kaki berujung terbagi) dan nagajuban putih (kimono dalam). Pada cuaca dingin, montsuki haori akan dilengkapi dengan haori-himo putih (pengikat).


.jpeg)

Comments
Post a Comment